Jasa Perbaikan Beton Panduan Lengkap : Solusi, Metode, dan Tips Memilih Jasa Profesional

Jasa Perbaikan Beton Panduan Lengkap: Solusi, Metode, dan Tips Memilih Jasa Profesional

Jasa perbaikan Beton adalah tulang punggung infrastruktur modern. Namun, seiring berjalannya waktu, elemen sekuat apa pun dapat mengalami kerusakan. Memahami kapan dan bagaimana melakukan perbaikan bukan hanya soal estetika, tetapi soal keamanan struktur dan efisiensi biaya jangka panjang.

Dalam artikel pilar ini, kita akan mengupas tuntas segala hal tentang jasa perbaikan beton, mulai dari identifikasi kerusakan hingga pemilihan kontraktor yang tepat.


1. Mengapa Perbaikan Beton Sangat Krusial?

Banyak pemilik bangunan mengabaikan retak rambut atau pengelupasan kecil pada beton. Padahal, kerusakan kecil adalah “gejala” dari masalah yang lebih besar.

  • Keamanan Penghuni: Kerusakan struktural yang dibiarkan dapat menyebabkan kegagalan konstruksi.

  • Mencegah Korosi Rebar: Retakan memungkinkan air dan klorida masuk, yang mengakibatkan besi tulangan berkarat (korosi).

  • Nilai Properti: Bangunan dengan beton yang terawat memiliki nilai jual dan sewa yang jauh lebih tinggi.

  • Efisiensi Biaya: Melakukan perbaikan dini jauh lebih murah daripada melakukan bongkar total (rekonstruksi).


2. Jenis-Jenis Kerusakan Beton yang Umum Terjadi

Sebelum memanggil jasa perbaikan beton, Anda perlu mengidentifikasi jenis kerusakan yang terjadi:

A. Retak (Cracking)

  • Retak Rambut: Biasanya disebabkan oleh penyusutan (shrinkage) saat beton mengering.

  • Retak Struktural: Retakan lebar yang menembus kedalaman beton, biasanya karena beban berlebih atau pergerakan tanah.

B. Spalling (Beton Terkelupas)

Kondisi di mana permukaan beton pecah dan lepas, seringkali memperlihatkan besi tulangan di dalamnya. Ini biasanya disebabkan oleh siklus beku-cair atau korosi internal.

C. Scaling

Pengelupasan tipis pada permukaan beton yang biasanya disebabkan oleh kualitas campuran beton yang buruk atau paparan kimia.


3. Metode Utama dalam Jasa Perbaikan Beton

Kontraktor profesional biasanya menggunakan beberapa metode standar tergantung pada diagnosa kerusakan:

Metode Kegunaan Utama Material yang Digunakan
Injeksi Epoxy Menutup retak struktural agar kuat kembali. Resin Epoxy khusus.
Injeksi Polyurethane (PU) Menghentikan kebocoran air aktif (Grouting). Cairan PU yang mengembang.
Patching Memperbaiki permukaan yang keropos/spalling. Mortar semen instan atau polimer.
Carbon Fiber (CFRP) Memperkuat struktur tanpa menambah beban. Serat karbon dan resin.

4. Langkah-Langkah Kerja Jasa Perbaikan Beton Profesional

Proses perbaikan tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut adalah SOP (Standard Operating Procedure) yang biasanya diterapkan:

  1. Inspeksi & Audit Struktur: Tim ahli melakukan survei untuk menentukan penyebab kerusakan (apakah karena beban, usia, atau faktor eksternal).

  2. Pembersihan Area: Beton yang rapuh harus dibongkar hingga menyentuh bagian yang solid. Karat pada besi tulangan harus dibersihkan.

  3. Aplikasi Bonding Agent: Cairan khusus diaplikasikan agar material perbaikan baru melekat sempurna dengan beton lama.

  4. Eksekusi Perbaikan: Menggunakan metode yang telah disepakati (misalnya Injeksi atau Patching).

  5. Finishing & Curing: Perataan permukaan dan perlindungan agar material perbaikan mengeras dengan sempurna.


5. Estimasi Biaya Jasa Perbaikan Beton

Catatan: Harga sangat bergantung pada lokasi, volume, dan tingkat kesulitan.

Secara umum, perhitungan biaya bisa dilakukan melalui dua cara:

  • Per Titik/Meter Lari: Biasanya digunakan untuk jasa injeksi retak.

  • Per Meter Persegi (m2): Biasanya digunakan untuk jasa patching atau perkuatan struktur.

Tips Hemat: Selalu minta Breakdown penawaran harga untuk melihat spesifikasi material yang digunakan. Jangan hanya tergiur harga murah namun menggunakan material non-standar.


6. Cara Memilih Vendor Jasa Perbaikan Beton yang Terpercaya

Jangan mempertaruhkan bangunan Anda pada tukang amatir. Pastikan vendor Anda memenuhi kriteria berikut:

  • Portofolio Jelas: Memiliki rekam jejak mengerjakan proyek serupa (industri, gedung bertingkat, atau residensial).

  • Spesialisasi: Pastikan mereka adalah spesialis concrete repair, bukan kontraktor umum biasa.

  • Garansi Pekerjaan: Vendor profesional berani memberikan garansi hasil kerja dalam jangka waktu tertentu.

  • Ketersediaan Alat: Menggunakan alat modern seperti crack detector, mesin injeksi tekanan tinggi, dsb.


7. Penutup: Investasi Masa Depan Bangunan Anda

Melakukan perbaikan beton secara tepat waktu adalah bentuk investasi. Dengan penanganan yang benar oleh jasa perbaikan beton yang kompeten, umur pakai bangunan Anda dapat bertambah puluhan tahun.

8. Bedah Teknis: Injeksi Epoxy vs. Polyurethane (PU)

Dalam dunia jasa perbaikan beton, seringkali klien bingung memilih antara Epoxy atau PU. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang bertolak belakang meskipun sama-sama menggunakan metode injeksi.

A. Injeksi Epoxy: Solusi Penguatan Struktur

Injeksi epoxy digunakan untuk menyatukan kembali beton yang retak agar memiliki kekuatan tarik yang sama atau bahkan lebih kuat dari beton aslinya.

  • Prinsip Kerja: Epoxy memiliki viskositas yang sangat rendah (encer) sehingga mampu meresap ke dalam retakan sekecil 0,1 mm. Setelah mengeras, epoxy berubah menjadi material yang sangat keras dan rigid.

  • Kapan Digunakan? Pada retakan struktural yang kering dan tidak aktif bergerak. Contohnya pada balok (beam), kolom, dan pelat lantai yang retak akibat beban berlebih.

  • Kekuatan Teknis: Kekuatan tekan (compressive strength) epoxy biasanya mencapai $> 50$ MPa, jauh melampaui standar beton K-300.

B. Injeksi Polyurethane (PU): Solusi Anti-Bocor (Waterproofing)

Berbeda dengan epoxy, PU adalah material yang bersifat reaktif terhadap air dan fleksibel.

  • Prinsip Kerja: Saat cairan PU diinjeksikan ke dalam celah beton yang basah, ia akan bereaksi secara kimiawi dengan air dan mengembang (expand) menjadi busa padat (foam) dalam hitungan detik. Pengembangan ini bisa mencapai 10 hingga 20 kali volume aslinya, sehingga menutup seluruh rongga.

  • Kapan Digunakan? Pada area yang mengalami kebocoran air aktif seperti basement, kolam renang, tangki air, atau terowongan.

  • Keunggulan: Karena sifatnya yang elastis, PU dapat mengikuti pergerakan beton (muai susut) tanpa pecah kembali.


9. Perbandingan Material Secara Teknis

Karakteristik Injeksi Epoxy Injeksi Polyurethane (PU)
Tujuan Utama Penguatan Struktur (Structural Repair) Penghentian Kebocoran (Waterstopping)
Sifat Material Kaku/Rigid Elastis/Flexible
Kondisi Beton Harus Kering Harus Basah/Lembap
Daya Rekat Sangat Tinggi pada beton kering Sangat Tinggi pada celah basah
Waktu Reaksi Lambat (4-24 jam) Sangat Cepat (Detik/Menit)

10. Prosedur Teknis Pelaksanaan di Lapangan

Sebagai penyedia jasa perbaikan beton, urutan kerja berikut wajib dipatuhi untuk memastikan hasil yang permanen:

Langkah 1: Pembersihan Jalur Retak

Area retakan dibersihkan dari debu, cat, atau minyak menggunakan sikat kawat atau grinder. Ini penting agar sealent permukaan dapat menempel kuat.

Langkah 2: Pemasangan Nepple (Port Injeksi)

Lubang bor dibuat di sepanjang jalur retakan dengan jarak sekitar 15–25 cm (tergantung ketebalan beton). Nepple atau packer kemudian dimasukkan ke dalam lubang tersebut sebagai pintu masuk cairan.

Langkah 3: Penutupan Permukaan (Sealing)

Celah di antara nepple ditutup menggunakan epoxy mortar agar saat proses injeksi dilakukan dengan tekanan tinggi, cairan tidak keluar kembali melalui celah permukaan.

Langkah 4: Proses Injeksi Tekanan Tinggi

Cairan diumpan menggunakan mesin pompa injeksi bertekanan tinggi (hingga 5000 psi untuk PU). Injeksi dimulai dari titik terendah menuju ke atas hingga cairan terlihat keluar di titik selanjutnya.

Langkah 5: Pemotongan Nepple & Finishing

Setelah material mengeras (24 jam untuk epoxy), nepple dipotong dan bekas lubang diratakan kembali sehingga permukaan beton tampak rapi seperti semula.


11. Mengapa Tekanan (Pressure) Sangat Penting?

Dalam jasa perbaikan beton, penggunaan gravitasi saja tidak cukup. Retakan beton seringkali berbentuk labirin di bagian dalam. Tanpa tekanan tinggi, material perbaikan tidak akan mencapai “akar” retakan, yang mengakibatkan perbaikan hanya bersifat kosmetik di permukaan saja.


12. Estimasi Biaya Jasa Perbaikan Beton 2024 – 2025

Menentukan harga perbaikan beton tidak bisa disamaratakan karena tingkat kesulitan setiap proyek berbeda. Namun, sebagai gambaran untuk perencanaan anggaran (RAB), berikut adalah estimasi harga pasar yang berlaku di industri:

A. Tabel Perkiraan Harga Berdasarkan Metode

No Metode Perbaikan Satuan Estimasi Harga (IDR)
1 Injeksi Epoxy (Retak Struktural) Titik / m1 Rp 150.000 – Rp 350.000
2 Injeksi Polyurethane (Kebocoran) Titik Rp 200.000 – Rp 450.000
3 Patching (Keropos Ringan) m2 Rp 250.000 – Rp 500.000
4 Grouting (Pengisian Rongga) Bag (25kg) Rp 400.000 – Rp 750.000
5 Carbon Fiber / CFRP (Perkuatan) m2 / m1 Rp 1.200.000 – Rp 2.500.000

B. Faktor yang Mempengaruhi Harga

  1. Volume Kerusakan: Semakin banyak titik injeksi, biasanya harga per titik bisa lebih rendah (diskon volume).

  2. Aksesibilitas: Perbaikan beton pada ketinggian (menggunakan scaffolding atau gondola) akan menambah biaya mobilisasi dan alat keselamatan.

  3. Jenis Material: Penggunaan material impor (seperti Sika, Fosroc, atau Basf) mungkin lebih mahal dibandingkan material lokal, namun memiliki sertifikasi kualitas yang lebih tinggi.

  4. Kondisi Lingkungan: Area dengan arus air deras (pada bendungan) atau paparan kimia (pada pabrik) memerlukan material khusus yang lebih mahal.


13. Analisis Kerusakan pada Struktur Spesifik

Setiap elemen bangunan memiliki karakteristik beban yang berbeda. Jasa perbaikan beton profesional akan melakukan pendekatan yang berbeda pula:

1. Perbaikan Beton pada Basement & Ground Tank

Masalah utama pada basement adalah tekanan hidrostatis air tanah.

  • Gejala: Dinding rembes, lantai basah, atau muncul jamur (efflorescence).

  • Solusi: Wajib menggunakan Injeksi PU untuk memutus jalur air dari luar ke dalam. Setelah itu, diikuti dengan aplikasi cementitious waterproofing pada permukaan dalam.

2. Perbaikan Beton pada Balok & Kolom (Struktural)

Kolom adalah kaki-kaki bangunan. Kerusakan di sini sangat fatal.

  • Gejala: Retak diagonal (tanda kegagalan geser) atau retak vertikal (tanda beban tekan berlebih).

  • Solusi: Injeksi Epoxy untuk mengembalikan integritas monolitik. Jika kapasitas beban ingin ditingkatkan, kontraktor akan merekomendasikan penambahan Carbon Fiber Wrapped atau Steel Plate Bonding.

3. Perbaikan Lantai Beton Gudang & Pabrik (Industrial Flooring)

Lantai industri sering mengalami “chipping” pada area joint akibat dilalui forklift.

  • Gejala: Lantai pecah-pecah di area sambungan atau lantai berdebu (dusting).

  • Solusi: Penggunaan Epoxy Mortar Patching yang memiliki ketahanan abrasi tinggi agar lantai tahan terhadap gesekan roda kendaraan berat.


14. Dampak Jika Perbaikan Beton Ditunda (The Cost of Inaction)

Banyak pengelola gedung melakukan kesalahan dengan menunda perbaikan hingga muncul kerusakan yang kasat mata. Secara teknis, berikut adalah fase degradasi beton yang terjadi:

  1. Fase Inisiasi (0-2 Tahun): Retak rambut muncul. Air dan CO2 mulai masuk namun belum merusak besi tulangan. Biaya perbaikan: Murah.

  2. Fase Propagasi (2-5 Tahun): Korosi besi dimulai. Volume besi yang berkarat mengembang dan menekan beton dari dalam. Biaya perbaikan: Sedang.

  3. Fase Akselerasi (>5 Tahun): Beton mulai lepas (spalling), luas penampang besi berkurang hingga 20-30%. Struktur mulai kehilangan daya dukung. Biaya perbaikan: Sangat Mahal (Bisa 10x lipat dari biaya awal).

jasa perbaikan beton


15. Standar Keselamatan (K3) dalam Pekerjaan Perbaikan Beton

Kontraktor jasa perbaikan beton yang kredibel wajib menerapkan standar K3 yang ketat, mengingat risiko pekerjaan yang melibatkan bahan kimia dan alat bertekanan tinggi:

  • APD Wajib: Penggunaan pelindung mata (goggles) sangat krusial saat injeksi tekanan tinggi untuk menghindari percikan epoxy ke mata.

  • Ventilasi: Pada area tertutup seperti tangki beton, penggunaan blower diperlukan karena aroma bahan kimia injeksi bisa menyengat.

  • MSDS (Material Safety Data Sheet): Teknisi harus memahami lembar data keselamatan dari setiap material kimia yang digunakan.

16. FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengenai Jasa Perbaikan Beton

Dalam bagian ini, kami merangkum keraguan yang paling sering dialami oleh pemilik bangunan agar Anda mendapatkan informasi yang objektif.

Q1: Apakah retak rambut pada beton berbahaya?

Jawab: Secara struktural, retak rambut (lebar $< 0,3$ mm) biasanya tidak berbahaya secara langsung. Namun, ini adalah jalur masuknya air dan zat kimia yang bisa memicu karat pada besi tulangan. Jika dibiarkan bertahun-tahun, retak rambut akan melebar dan barulah menjadi ancaman serius. Segera tutup dengan sealant atau coating sebagai langkah preventif.

Q2: Berapa lama hasil perbaikan injeksi bisa bertahan?

Jawab: Jika dikerjakan dengan prosedur yang benar dan material berkualitas, hasil injeksi epoxy atau PU bisa bertahan 10 hingga 20 tahun, tergantung pada beban bangunan dan kondisi lingkungan. Perbaikan ini bersifat permanen karena material tersebut berikatan secara kimiawi dengan beton lama.

Q3: Bisakah saya melakukan perbaikan beton sendiri (DIY)?

Jawab: Untuk kerusakan kosmetik ringan seperti lubang kecil di lantai, Anda bisa melakukannya sendiri dengan semen instan. Namun, untuk retak struktural atau kebocoran, sangat disarankan menggunakan jasa profesional. Injeksi memerlukan alat bertekanan tinggi yang presisi; kesalahan teknik bisa menyebabkan beton pecah atau material tidak masuk ke inti retakan.

Q4: Mengapa harga jasa perbaikan beton dihitung per titik/meter?

Jawab: Karena konsumsi material injeksi tidak bisa diprediksi secara pasti sebelum pekerjaan dimulai. Retakan di dalam beton bisa berbentuk rongga besar yang menyedot banyak cairan. Hitungan per titik atau meter lari memberikan keadilan bagi kedua belah pihak berdasarkan volume material yang benar-benar terpakai.


17. Standar Dokumentasi dan Laporan Hasil Pekerjaan (Reporting)

Jasa perbaikan beton yang profesional tidak hanya datang dan bekerja, tetapi juga memberikan Laporan Pertanggungjawaban Teknis. Dokumen ini penting bagi pemilik gedung untuk keperluan audit struktur atau asuransi bangunan.

Laporan yang baik harus mencakup:

1. Mapping Kerusakan (Denah)

Dokumentasi visual yang menunjukkan titik-titik mana saja yang telah diperbaiki. Biasanya ditandai pada gambar As-Built Drawing bangunan agar pemilik tahu posisi perbaikan di masa depan.

2. Foto Dokumentasi (Before – Progress – After)

  • Before: Foto kondisi kerusakan asli sebelum dibongkar.

  • Progress: Foto saat proses pengeboran, pemasangan packer/nepple, dan saat proses injeksi berlangsung.

  • After: Foto hasil akhir setelah area dibersihkan dan dirapikan.

3. Log Injeksi (Consumption Log)

Catatan jumlah material yang masuk ke setiap titik. Jika satu titik menyerap material lebih banyak dari rata-rata, itu menandakan adanya rongga besar (honeycomb) di dalam beton tersebut.

4. Sertifikat Garansi

Pernyataan tertulis mengenai masa garansi pekerjaan. Biasanya mencakup jaminan bahwa area yang diperbaiki tidak akan bocor atau retak kembali dalam jangka waktu yang disepakati (misal: 12-24 bulan).


18. Inovasi Terbaru dalam Teknologi Perbaikan Beton

Industri konstruksi terus berkembang. Berikut adalah beberapa teknologi mutakhir yang kini mulai diterapkan oleh jasa perbaikan beton papan atas:

  • Self-Healing Concrete: Beton yang mengandung bakteri khusus yang dapat menghasilkan kalsium karbonat untuk menutup retakannya sendiri saat terkena air.

  • GPR (Ground Penetrating Radar): Alat untuk mendeteksi posisi besi tulangan dan rongga di dalam beton tanpa harus membongkar permukaannya (Non-Destructive Test).

  • Robotic Injection: Penggunaan robot untuk menginjeksi area yang berbahaya atau sulit dijangkau oleh manusia, seperti di dalam gorong-gorong besar atau tangki kimia.


19. Kesimpulan: Memilih Kualitas di Atas Harga

Memperbaiki beton bukan sekadar menutup lubang. Ini adalah upaya preservasi aset. Memilih jasa perbaikan beton yang hanya menawarkan harga murah tanpa didasari pemahaman teknis yang kuat justru akan merugikan Anda di kemudian hari karena kerusakan akan muncul kembali dalam waktu singkat.

Pastikan Anda bermitra dengan aplikator yang memahami perilaku beton, memiliki alat yang memadai, dan menggunakan material yang tersertifikasi secara internasional.


Daftar Istilah (Glosarium) untuk Referensi Anda:

  • Aggregat: Material granular seperti pasir, kerikil, atau batu pecah yang menjadi campuran beton.

  • Bonding Agent: Cairan “lem” yang berfungsi merekatkan beton lama dengan beton baru.

  • Curing: Proses perawatan beton agar tetap lembap sehingga mencapai kekuatan maksimal.

  • Honeycomb: Kondisi beton yang keropos seperti sarang lebah karena pengecoran yang tidak sempurna.

  • Viskositas: Tingkat kekentalan cairan (semakin rendah viskositas, semakin encer cairan tersebut).

Memelihara beton setelah proses perbaikan sama pentingnya dengan proses perbaikan itu sendiri. Banyak pemilik bangunan beranggapan bahwa setelah diinjeksi atau di-patching, beton tidak memerlukan perhatian lagi. Padahal, masa pasca-perbaikan adalah periode kritis untuk memastikan material baru menyatu secara permanen dengan struktur lama.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai perawatan beton pasca-perbaikan yang harus Anda pahami.


20. Panduan Perawatan Beton Pasca Perbaikan (Post-Repair Maintenance)

Agar investasi Anda pada jasa perbaikan beton tidak sia-sia, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan setelah tim teknisi meninggalkan lokasi:

A. Masa Curing (Pematangan Material)

Setiap material perbaikan, baik itu epoxy, polyurethane, maupun mortar semen, memerlukan waktu untuk mencapai kekuatan desainnya (ultimate strength).

  • Hindari Beban Berlebih: Jangan meletakkan mesin berat atau membiarkan kendaraan melintasi area yang baru diperbaiki setidaknya selama 24–48 jam, kecuali jika kontraktor menggunakan material rapid setting.

  • Kontrol Suhu: Jika perbaikan dilakukan pada area terbuka (outdoor), pastikan area tersebut terlindung dari sinar matahari langsung yang terlalu terik. Penguapan air yang terlalu cepat pada material patching dapat menyebabkan retak susut baru.

  • Kelembapan: Untuk perbaikan berbasis semen (mortar), lakukan pembasahan ringan (moist curing) selama 3-7 hari untuk memastikan hidrasi semen berjalan sempurna.

B. Pembersihan Sisa Kimia

Setelah proses injeksi selesai, biasanya akan ada sisa-sisa luapan epoxy atau PU yang mengeras di sekitar titik packer.

  • Pembersihan Mekanis: Gunakan gerinda tangan dengan mata amplas halus untuk meratakan sisa material agar permukaan kembali estetis.

  • Netralisasi Bau: Jika menggunakan material kimia di ruang tertutup, pastikan sirkulasi udara (ventilasi) tetap terbuka selama 48 jam hingga bau kimia benar-benar hilang.


21. Strategi Perawatan Jangka Panjang (Preventive Maintenance)

Untuk mencegah kerusakan beton berulang di masa depan, Anda perlu menerapkan strategi pemeliharaan rutin. Berikut adalah checklist yang bisa Anda gunakan:

1. Inspeksi Visual Berkala (Setiap 6 Bulan)

Lakukan pemeriksaan mandiri pada area yang pernah diperbaiki. Cari tanda-tanda berikut:

  • Apakah muncul retakan baru di sekitar area perbaikan?

  • Apakah ada rembesan air (basah) di area yang sebelumnya telah diinjeksi PU?

  • Apakah ada perubahan warna (menguning) yang ekstrem pada permukaan beton?

2. Manajemen Saluran Air (Drainage)

Musuh utama beton adalah air yang terperangkap.

  • Pastikan talang air dan saluran pembuangan di sekitar beton tidak tersumbat.

  • Air yang menggenang di atas permukaan beton dalam waktu lama dapat masuk ke pori-pori dan merusak struktur dari dalam melalui proses karbonasi.

3. Aplikasi Re-Coating (Pelapisan Ulang)

Setiap 2-3 tahun sekali, pertimbangkan untuk memberikan lapisan pelindung (protective coating) seperti:

  • Water Repellent: Cairan silane/siloxane yang meresap ke pori beton untuk menolak air tanpa mengubah warna beton.

  • Anti-Carbonation Paint: Cat khusus yang mencegah gas $CO_2$ masuk ke dalam beton yang bisa memicu karat pada besi.


22. Kapan Harus Memanggil Kembali Jasa Perbaikan Beton?

Tidak semua gejala baru berarti kegagalan perbaikan. Namun, Anda harus segera menghubungi kontraktor jika menemukan kondisi berikut:

  1. Reflective Cracking: Retakan muncul persis di jalur yang sama dengan retakan yang sudah diperbaiki. Ini menandakan adanya pergerakan struktur yang lebih besar dari perkiraan awal.

  2. Debonding: Material patching atau penambal terdengar berbunyi nyaring (kopong) saat diketuk, yang menandakan material baru lepas dari beton lama.

  3. Kebocoran Berpindah: Air berhenti di satu titik injeksi, namun muncul di titik lain di dekatnya. Ini sering terjadi pada struktur basement yang memiliki tekanan air tanah sangat tinggi.


23. Checklist untuk Pemilik Bangunan (Owner’s Guide)

Tahapan Tindakan Frekuensi
Minggu ke-1 Pantau kelembapan dan hindari beban statis berat. Harian
Bulan ke-1 Cek apakah ada penyusutan pada material tambalan. Sekali
Bulan ke-6 Inspeksi visual seluruh area struktur beton. Rutin
Tahun ke-2 Evaluasi kebutuhan pelapisan ulang (waterproofing/coating). Berkala